Kitab Tanbihul Ghafilin - 003

Peringatan ke - 002

BAB Ikhlas

Peringtan ke – 003

Anjuran Ikhlas dan Menghindari Syirik

٣ - قال: حدثنا محمد بن الفضل، حدثنا محمد بن جعفر، حدثنا إبراهيم بن يوسف، حدثنا إسماعيل، عن عمرو، عن سعيد بن أبي سعيد المقبري، عن أبي هريرة، عن النبي - ﷺ - قال:
Al-Faqih menuturkan dari Muhammad bin Al-Fadhl dari Muhammad bin Ja'far, dari Ibrahim bin Yusuf, dari Ismail, dari 'Amr, dari Sa'id bin Abu Sa'id Al-Maqbari, dari Abu Hurai- rah, dari Nabi ﷺ, bahwa beliau bersabda:

«يَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى أَنَا أَغْنَى الشَّرَكَاءِ عَنِ الشِّرْكِ أَنَا أَغْنَى عَنِ الْعَمَلِ الَّذِي فِيهِ شِرْكَةٌ لِغَيْرِي فَمَنْ عَمِلَ عَمَلًا أَشْرَكَ فِيهِ غَيْرِي فَأَنَا مِنْهُ بَرِيءٌ.»١.
"Allah Ta'ala berfirman, 'Aku adalah Dzat yang paling tidak membutuhkan sekutu. Aku tidak membutuhkan amal yang di dalamnya terkandung persekutuan kepada selain Aku. Barangsiapa mengerjakan suatu amal perbuatan yang di dalamnya terkandung persekutuan kepada selain Aku, maka Aku lepas darinya." 

Catatan : 
Kami menemukan beberapa hadits yang matannya (teks hadits) mirip dan memiliki kesamaan makna, diantaranya adalah sebagai berikut :
  • HR. Ibnu Majah (4.192) - Bab Zuhud, Sub bab Riya dan Sum'ah
  • Musnad Imam Ahmad (7.658) - Musnad Abu Hurairah
  • Musnad Imam Ahmad (9.246) - Musnad Abu Hurairah


[ومعنى قوله: «أنا أغنى الشركاء عن الشرك» معناه: أنا غني عن العمل الذي فيه شركة لغيري؛ مِمَّن عمل عملًا لغير وجهي، «فأنا منه بريء» يعني من العمل]٢،
"Dan makna perkataan-Nya: 'Aku lebih kaya dari sekalian sekutu dari perbuatan syirik', artinya: Aku tidak membutuhkan amal yang dicampuri dengan syirik kepada-Ku, dari orang yang melakukan amal bukan karena mengharap wajah-Ku, 'maka Aku berlepas diri darinya' artinya dari amal itu."

ويقال: يعني من العامل، ففي هذا الخبر دليلٌ على أنّ الله تعالى لا يقبل من العمل شيئًا إلا ما كان خالصًا لوجهه، فإذا٣ لم يكن خالصًا فلا يقبل منه، ولا ثوابَ له في الآخرة، ومصيره إلى جهنم،
والدليل على ذلك قوله تعالى:
Hadis di atas mengandung petunjuk bahwa Allah Ta'ala tidak akan menerima sedikit pun amal, kecuali amal yang dikerjakan karena ikhlas kepada-Nya. Apabila amal itu tidak ikhlas, maka Ia tidak akan menerimanya dan di akhirat tidak ada pahala bagi orang yang melakukannya, bahkan tempat kembalinya adalah neraka Jahanam. Dalil yang menunjukkan hal itu adalah firman Allah:

﴿مَّن كَانَ يُرِيدُ ٱلْعَاجِلَةَ عَجَّلْنَا لَهُۥ فِيهَا مَا نَشَآءُ﴾
"Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia." (QS. Al-Isra: 18)

يعني من أراد بعمله الدنيا ولا يريد ثواب الآخرة [أعطيناه في الدنيا مقدار ما نشاء]٤ من عرض الدنيا، ﴿لِمَنْ نُرِيدُ﴾، يعني لمن نريد أن نهلكه، ويقال: ﴿لِمَنْ نُرِيدُ﴾ أن نعطيه بإرادتنا لا بإرادته، ﴿ثُمَّ جَعَلْنَا لَهُ جَهَنَّمَ﴾ يعني أوجبنا له في الآخرة جهنم٥ ﴿يصْلَاهَا﴾ يعني يدخلها ﴿مَذْمُومًا﴾ يستوجب المذمّة، يعني يذمّ نفسه ويذمّه غيره، ﴿مدحورًا﴾ [الإسراء: ۱۸] يعني مطرودًا مبعدًا من رحمة الله تعالى.
"Artinya, barangsiapa yang menghendaki dengan amalnya (pahala) dunia dan tidak menghendaki pahala akhirat, maka Kami berikan kepadanya di dunia ini sebanyak apa yang Kami kehendaki dari kenikmatan dunia, 'untuk siapa saja yang Kami kehendaki', artinya untuk siapa saja yang Kami kehendaki Kami binasakan. Dan dikatakan, 'untuk siapa saja yang Kami kehendaki' artinya Kami berikan kepadanya dengan kehendakan Kami, bukan dengan kehendakannya. 'Kemudian Kami jadikan baginya neraka', artinya Kami wajibkan baginya neraka di akhirat, 'dia memasukinya' artinya dia masuk ke dalamnya, 'dalam keadaan tercela', artinya dia layak dicela, artinya dia mencela dirinya sendiri dan dicela oleh orang lain, 'dan terusir', artinya diusir dan dijauhkan dari rahmat Allah Ta'ala."

﴿وَمَنْ أَرَادَ الآخِرَةَ﴾ يعني من أراد ثَوابَ الآخرة، ﴿وَسَعَىٰ لَهَا سَعْيَهَا﴾ يعني عمل للآخرة عملها من [الأعمال الصالحة]٦ خالصة لوجهه، ﴿وَهُوَ مُؤْمِنٌ﴾ يعني مع العمل يكون مؤمنًا، لأنه لا يُقبل العمل بغير إيمان ﴿فَأُولَـٰئِكَ﴾ يعنى الذين يعملون٧ ويطلبون ثواب الآخرة، ولا يعملون الرياء الدنيا.
"Dan barangsiapa yang menghendaki (pahala) akhirat," artinya barangsiapa yang menghendaki pahala akhirat, "dan berusaha untuk mendapatkannya dengan sungguh-sungguh," artinya beramal untuk akhirat dengan melakukan [amal saleh]⁶ yang ikhlas hanya karena Allah, "dan dia seorang mukmin," artinya bersamaan dengan amalnya, dia juga beriman, karena amal tidak akan diterima tanpa iman, "maka mereka itulah," artinya orang-orang yang beramal⁷ dan mencari pahala akhirat, dan tidak beramal karena riya' (ingin dipuji) dunia.

﴿كَانَ سَعْيُهُمْ مَشْكُورًا﴾ [الإسراء:١٩] يعني عملهم مقبولاً ﴿كُلًّا نُمِدُّ هَؤُلَاءِ وَهَؤُلَاءِ مِنْ عَطَاءِ رَبِّكَ﴾ يعني يعطي كلًا من الفريقين من رزق ربك. ﴿وَمَا كَانَ عَطَاءُ رَبِّكَ مَحْظُورًا﴾ [الإسراء: ۲۰] يعني ما كان رزق ربك في الدنيا ممنوعًا من المؤمن والكافر، والبرّ والفاجر.
"(Dan mereka yang beriman) usaha mereka telah diterima" [Al-Isra': 19], artinya amal mereka diterima. "Kami berikan kepada mereka semua dan kepada golongan yang lain (yang mengingkari) dari rezeki Tuhanmu", artinya Allah memberikan rezeki kepada kedua golongan, baik yang beriman maupun yang kafir. "Dan tidaklah rezeki Tuhanmu itu terhalang" [Al-Isra': 20], artinya rezeki Allah di dunia ini tidaklah terbatas hanya untuk orang beriman, tetapi juga diberikan kepada orang kafir, orang saleh, dan orang yang berdosa.

فقد بيّن الله تعالى في هذه الآية أنّ مَن عمل لغير وجه الله فلا ثواب٨ له في الآخرة، ومأواه جهنم.
"Sesungguhnya Allah telah menjelaskan dalam ayat ini bahwa barangsiapa yang beramal bukan karena Allah, maka tidak ada pahala baginya di akhirat, dan tempat kembalinya adalah neraka."

ومن عمل لوجه الله تعالى، فعمله مقبول. وإذا عمل لغير وجه الله تعالى فلا نصيب له من عمله إلا العناء والتعب، كما جاء في الخبر:
"Dan barangsiapa yang beramal karena Allah Ta'ala, maka amalnya diterima. Dan jika ia beramal bukan karena Allah Ta'ala, maka tidak ada bagian baginya dari amalnya kecuali kelelahan dan kesusahan, sebagaimana disebutkan dalam hadits:

١ رواه ابن ماجه (٤۲۰۲) في الزهد، باب: الرياء والسمعة، والبيهقي في شعب الإيمان (٦٨١٥).
٢ ساقط من (ط).
٣ في (م): فإن.
٤ في (م): عجلنا له فيها ما نشاء.
٥ من (م) و (ط).
٦ في (م): أعمال الصالحين.
٧ ساقط من (م).
٨ في (م): نصيب.

Post a Comment

0 Comments