Kitab Tanbihul Ghafilin - 015 (Tanda-tanda Orang Beriman dan Orang Jahat: Balasan di Dunia dan Akhirat)

Kitab Tanbihul Ghafilin
Tanda-tanda Orang Beriman dan Orang Jahat: Balasan di Dunia dan Akhirat

Peringatan ke -15

Tanda-tanda Orang Beriman dan Orang Jahat: Balasan di Dunia dan Akhirat

١٥ - وروى ثابت البُناني عن أنس بن مالك، عن النبي ﷺ أنه قال:
Tsabit Al-Bannani meriwayatkan dari Anas bin Malik dari Nabi ﷺ, beliau bersabda:

« اَتَدْرُونَ مَنِ الْمُؤْمِنُ قَالُوا اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ قَالَ الَّذِي لَا يَمُوتُ حَتَّى يَمْلَأَ اللهُ مَسَامِعَهُ مِمَّا يُحِبُّ وَلَوْ أَنَّ رَجُلًا عَمِلَ لِطَاعَةِ اللهِ تَعَالَى فِي بَيْتٍ فِي جَوْفِ بَيْتٍ إِلَى سَبْعِينَ بَيْتًا عَلَى كُلِّ بَيْتٍ بَابٌ مِنْ حَدِيدٍ لَأَلْبَسَهُ اللهُ رِدَاءَ عَمَلِهِ حَتَّى يَتَحَدَّثَ النَّاسُ بِذَلِكَ وَيَزِيدُوا
"Tahukah kamu siapakah orang yang beriman? Para sahabat menjawab, 'Allah dan Rasul-Nya lebih tahu. Beliau bersabda, 'Yaitu orang yang tidak mati sebelum Allah memenuhi pendengarannya dengan apa yang ia sukai. Seandainya orang itu beribadah karena taat kepada Allah Ta'ala dalam suatu rumah yang berlapis tujuh puluh dan masing-masing rumah itu mempunyai pintu dari besi, niscaya Allah akan memakaikan selendang amalnya sehingga orang-orang membicarakan dan menambahinya.'

قِيلَ يَا رَسُولَ اللهِ وَكَيْفَ يَزِيدُونَ قَالَ إِنَّ الْمُؤْمِنَ يُحِبُّ مَا زَادَ فِي عَمَلِهِ ثُمَّ قَالَ اَتَدْرُونَ مَنِ الْفَاجِرِ قَالُوا اللَّهُ وَ رَسُولُهُ أَعْلَمُ قَالَ الَّذِي لَا يَمُوتُ حَتَّى يَمْلَأَ اللَّهُ مَسَامِعَهُ مِمَّا يَكْرَهُ
Ditanya, 'Wahai Rasulullah, kenapa mereka menambahi?' Beliau menjawab, 'Sesungguhnya orang yang beriman itu senang bila amalnya itu bertambah. Kemudian beliau bersabda lagi, 'Tahukah kamu siapakah orang yang jahat itu?' Para sahabat menjawab, 'Allah dan Rasul-Nya lebih tahu.' Beliau bersabda, 'Yaitu seseorang yang tidak mati sebelum Allah memenuhi pendengarannya dengan apa yang ia benci.

وَلَوْ أَنَّ عَبْدًا عَمِلَ بِمَعْصِيَةِ اللهِ تَعَالَى فِي بَيْتٍ فِي جَوْفِ بَيْتٍ إِلَى سَبْعِينَ بَيْتًا عَلَى كُلِّ بَيْتٍ بَابٌ مِنْ حَدِيدٍ لَأَلْبَسَهُ اللَّهُ تَعَالَى رِدَاءَ عَمَلِهِ حَتَّى يَتَحَدَّثَ النَّاسُ بِذَلِكَ وَيَزِيدُوا قِيلَ وَكَيْفَ يَزِيدُونَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ إِنَّ الفَاجِرَ يُحِبُّ مَا زَادَ فِي فُجُورِهِ.»١.
Seandainya seorang mengerjakan suatu maksiat kepada Allah Ta'ala dalam suatu rumah yang berlapis tujuh puluh dan masing-masing rumah itu mempunyai pintu dari besi, niscaya Allah akan memakaikan selendang amalnya, sehingga orang-orang membicarakan dan menambahinya.' Ditanyakan, 'Wahai Rasulullah, kenapa mereka menambahi.' Beliau menjawab, 'Sesungguhnya orang yang jahat itu senang bila kejahatannya itu bertambah."

وروي عن عوف بن عبد الله أنه قال: كان أهل الخير يكتب بعضهم إلى بعض بثلاث كلمات:
Diriwayatkan dari Auf bin Abdullah bahwa ia berkata, "Orang yang baik itu akan selalu mengingatkan sesamanya dengan tiga hal, yaitu:

من عمل لآخرته كفاه الله أمر دنياه.
1. Barangsiapa beramal untuk akhiratnya, maka Allah akan mencukupi urusan dunianya;

ومن أصلح فيما بينه وبين الله أصلح الله تعالى فيما بينه وبين الناس،
2. Barangsiapa memperbaiki hubungannya dengan Allah, maka Allah akan memperbaiki hubungannya dengan sesama manusia;

ومن أصلح سريرته أصلح الله علانيته.
3. Barangsiapa memperbaiki apa yang tersembunyi, maka Allah akan memperbaiki apa yang tampak.”

وقال حامد اللفاف٢: إذا أراد الله هلاك امرىء عاقبه بثلاثة أشياء:
Hamid Al-Lafaf berkata, "Apabila Allah menghendaki kehancuran seseorang, maka Allah menyiksanya dengan tiga hal, yaitu:

أولها: يرزقه العلم، ويمنعه عن عمل العلماء.
1. Allah memberinya ilmu, namun ia tidak mau mengamalkannya;

والثاني: يرزقه صحبة الصالحين، ويمنعه عن معرفة حقوقهم.
2. Allah memberinya kesempatan bergaul dengan orang-orang saleh, namun ia tidak mau mengerti hak-hak mereka;

والثالث: يفتح عليه أبواب الطاعة، ويمنعه من إخلاص العمل.
3. Allah memberinya kesempatan untuk mengerjakan ibadah, namun tidak ikhlas dalam ibadahnya."

قال الفقيه - رحمه الله -: إنما يكون ذلك لخبث نيته، وسوء سريرته؛ لأن النية لو كانت صحيحة لزرقه الله تعالى منفعة العلم والإخلاص للعمل.
Al-Faqih berkata, "Itu semua (ketiga-tiganya) karena niatnya buruk dan hatinya jahat. Sebab, seandainya niatnya benar, niscaya Allah akan mengaruniainya ilmu yang bermanfaat, ikhlas dalam beramal, dan mengerti bagaimana menghormati orang-orang yang saleh."

١ رواه الحاكم في تاريخه (کنز العمال ۷۹۹).
٢ هو حامد بن محمود بن حرب النيسابوري، أبو علي: مقدّم القراء بنيسابور. توفي سنة (٢٦٦هـ). (غاية النهاية ٢٠٢/١).

Post a Comment

0 Comments